Senin, 15 Oktober 2012



Agama Hindu


KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh....
Segala puji dan puja syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, atas berkat dan anugerah-Nyalah sehingga penulis dapat menyelesaikan dan merampungkan makalah yang berjudul “Agama Hindu “. Shalawat teriring salam semoga tercurahkan pada junjungan kita Nabi Muhammad SAW.
Makalah ini disusun oleh penulis dengan tujuan untuk mendalami pemahaman mengenai pendekatan objektif. Penulis menyadari bahwa, dirampungkannya makalah ini tidak terlepas dari adanya bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu, penulis menyampaikan terima kasih kepada dosen pembimbing dan rekan-rekan mahasiswa yang telah memberikan masukan-masukan yang sangat bermanfaat bagi penulis.
Tak ada gading yang tak retak, tak ada sesuatu yang sempurna. Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan. Untuk itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun kepada pembaca demi kesempurnaan makalah ini di masa yang akan datang. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Billaahi fii sabiililhak fastabikul khairat
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Ciputat, 05 Oktober 2011


PENDAHULUAN
                              India adalah negeri yang serba ganda; ganda dalam suku bangsa, budaya,dan ganda dalam soal kepercayaan dan agama. Karena keserbagandaanini maka mempelajari agama hindu terasa mengalami kesulitan. Subjeknya sangat luas dan mencakup suatu kesejarahan yang sangat panjang, apalagi agama tersebut memiliki ajaran yang tak terbatas. Akan tetapi dengan usaha penulusuran, dan mencoba memandanganya secara hati-hati. Dalam kesempatan ini akan diusahakan melihatnya dalam satu bentuk yang dirasa utuh. Kalau ada benarnya ungkapan yang mengatakan bahwa mempelajari agama hindu itunibarat seorang buta yang mencoba menggambarkan gajah, maka usaha ini kiranya dapat digambarkan seperti seorang yang tidak buta dan memiliki keahlain tentang ular sehingga ketika mecoba membala belalai gajah ia akan merasa lebih menghayatinya dari pada ketika membahas bagian-bagian lainnya.



A.    Definisi
Agama Hindu timbul dari dua arus utama yang membentuknya, yaitu Agama ( bangsa ) Dravida dan Agama (bangsa)  Arya. Dalam perkembangannya di India lalu ada usaha-usaha yang mempesonakan untuk memasukan berbagai macamkepercayaan yang ada, filsafatnya, dan praktek-praktek keagamaannya dalam suatu sistem yang sekarang ini disebut denganAgama Hindu. Semangat yang sangat menyolok dalam Hindu adalah “ sintesis dan kompromis “. Agama tersebut menyerap ide-ide penalaran dan amalan kedewaan Siwa, Dewi Ibu, pemujaan patung, pertapaan, ajaran penjelmaan kembali dan sebagainya. Siwa dinggap sebagai dewa angin badai yang ada dalam kitab weda. Dan di sini Siwa disebut sebagai Rudra. Dalam perkembangannya ia adalah salah satu dewa terpenting
Unsur penting yang merupakan ajaran yang dominan dalam agama Hindu adalah unsure teologi, filsafat, lembaga sosial, dan etika atau  moral. Agama Hindu mempercayai Realitas Tertinggi hanya satu, akan tetapi tidak membatasi yang satu sebagai realitas yang dimaksud sebagai Tuhan yang personal. Selain itu agama Hindu juga percaya dan menyembah dewa-dewa alam yang jumlahnya sangat banyak yang dianggap pengatur alam, dan penting kedudukannya dalam upacara korban. Dewa-dewa ini di harapkan memberikan kesenangan, kebahagiaan,dan ketenangan, dan sebagai imbangannya, bila para dewa merasa senang, para dewa akan mengabulkan keinginan mereka.

B.     Sumber Pokok Ajaran Agama Hindu
Agama Hindu adalah agama yang sudah sangat tua dan merupakan agama pokok yang di anut di kawasan India. Agama ini banyak didasarkan pada beberapa naskah suci yang ada.tidak seperti agama-agama lain, dalam agama hindu tidak dapat diketahui secara  pasti siapa pendirinya atau siapa yang membawa pertama kali ajaran-ajarannya. Ini merupakan salah satu kesulitan dalam mempelajari agama Hindu. Dalam agama Hindu ada kepercayaan bahwa agama itu di wahyukan melalui orang-orang yang melihat dan tahu akan kebenaran yang disebut Resi.

Resi adalah orang yang telah mendengar, pengetahuan tadi lalu sering disebut dengan “ sruti “. Apa yang di dengar biasanya lalu dijadikan teks-teks yang ada kalanya disebut dengan mantra-mantra yang sangat dipentingkan dalam melakukan meditasi, dan juga sering dikatakan sebagai kemampuan menyelamatkan akal pikiran.  Dalam hal ini para Resi sering disebut dengan  Muni. Ketenangan, perenungan dan pandangan yang mendalam dan mendasar, adalah fase-fase dari beberapa proses para Resi atau Muni melihat kebenaran. Proses ini diungkapkan dengan tapa,  yang berarti mengalihkan kekuatan-kekuatan batin, tenggelam dalam penghayatan dan melakukan  perenungan kontemplatif yang disebut Alacona.
Acarya ( guru, ghuru ) adalah para tokoh penafsir secara rinci dalam bidang mazhab filsafat Darsana. Yang terpenting di antaranya ialah Sankara.
Para Resi dan para pengukutnya disebut para Arya, atau dengan sebutan lain Sista ( orang yang sangat disiplin ). Sebutan ini jauh sekali maksudnya bahkan bertentangan dengan sebutan Mleccha ( campuran ) yang tidak memiliki pola hidup yang mantap, melakukan berbutan tidak karuan dan tidak memiliki norma tertentu.
            Sumber pokok kedua agamba hindu adalah naskah-naskah suci, dan yang terkenal diantaranya adalah Purana dan Tantra. Purana berjumlah delapan belas kitab dan sudah ada sejak abad ke3. Purana merupakan kitab suci agama Hindu yang berisi ajaran dalam bentuk cerita dan perumpamaan-perumpamaan yang dimaksudkan untuk memudahkan penerapan dari pengertian tinggi dalam kehidupan sehari-hari umat awam. Mengenai naskah Tantra ada anggapan bahwa naskah atau kitab tersebut diberikan oleh dewa Siwa kepada umat Hindu untuk zaman Kali-yoga  sekarang ini ( satu Kalpa terbagi menjadi 1000 mahayuga dan setiap mahayuga terdiri dari empat yuga, yaitu Karta-Yuga, Trta-Yuga, Dvapra-yuga, dan Kali-yuga ) penyusunannya dilakukan oleh para Resi. Kitab ini penuh dengan ajaran-ajaran rahasia dan sulit dipahami maksudnya.


C.     Tiga Agama Penting
a.       Agama Weda
Kehidupan keagamaan umat Hindu di dasarkan pada naskah suci yang disebut Weda Samhita, yang mereka yakini sebagai ciptaan Brahma. Hanya para resi saja yang mampu menerima isi Weda tersebut. Isi Weda pada mulanya berbentuk mantra-mantra, kemudian disusun dalam bentuk puji-pijian. Kitab suci Weda terdiri dari 4 Shamsita, yaitu;
·         Rigweda
·         Samaweda
·         Yajurweda
·         Atharwaweda
b.      Agama Brahmana
Dalam agama Brahmana terlihat adanya beberapa perkembangan bentuk maupun isi dari agama semula. Mungkin hal ini tidak terlepas dari penjelasan masa ketika orang arya India sampai keluar daerah Punjab dan memasuki lembah sungai Gangga dan Yamuna.

c.       Agama Upanishad
Agama Upanishad isinya merupakan pemikiran falsafi yang berkisar seputar  arti dan tujuan hidup dan masalah yang berkaitan dengan hakekat manusia dan alam semesta. Istilah Upanished sendiri berasala dari kata upa, ni  dan shad; upani=dekat,di dekatnya; dan shad=duduk. Jadu Upanishad berarti “ duduk dekat”, yaitu duduk didekat seorang guru untuk menerima ajaran dan pengetahuan yang lebuh tinggi. Istilah ini selanjutnya menjadi nama agama. Kitab Upanishad berbentuk dialog antara seorang guru dan muridnya, atau antara seorang Brahmana dengan Brahmana lainnya. Kitab Upanishad adalah  salah satu bagian saja dari kitab-kitab Aranyaka yang isinya menekankan pada ajaran rahasia yang bersifat mistik dan magis.
Kitab-kitab Upanishan merukapan teks-teks India yang sangat terkenal. Kitab ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa latin berdasarkan versi Persia ( 1801-1802) juga kedalam bahasa Eropa lainnya, dan di anggap besar pengaruhnya di kalangan ahli piker barat.
D.    Sakte-Sakte Dalam Agama Hindu
a.       Sakte Bhakti
Sekitar tahun 500 SM muncul beberapa kecenderungan yang kemudian dikenal sebagai sakte Bhakti. Yang menekankan pengertian “ pemujaan“ pelayanan atau kebaktian yang mencakup pengertian percaya, taan dan berserah diri kepada dewa.
b.      Sakte wisnu
Merupakan suatu aliran yang menekankan pemujaan kepada Wisnu, istrinya dan avatarnya. Pemujaan ini biasanya mengutamanakan tafsiran teistik pada wedata, diantaranya oleh Visnusvamin ( abad ke 13)
c.       Sakte Siwa
Sakte ini lebih tua dari sakte wisnu. Disini siwa dianggapsebagai dewa tertinggi, sementara Brahma dan wisnu dinggap sebagai penjelmaan dari siwa. Istri siwa atau saktinya adalah Uma dan Parvati. Siwa dipuja sebagai dewa tertinggi dengan nama Mahadeva atau Mahesvara dengan saktinyaMahadeva dan Mahesvari.
d.      Sakte Sakti
Sebenarnya aliran ini masih termasuk kedalam alirtan siwa,tetapi karena yang di sembah bukan lagi siwa melainkan saktinya dalam bentuk Durga, maka lebih tepat kalau di angap sebagai salah satu alirankeagamaan tersendiri dalam agama Hindu. Sakti adalah kekuatan, prinsip aktif yang menyebabkan Siwa mampu mencipta. Karena itu sakti menjadi lebih penting dari pada Siwa sendiri.
e.       Sakte Tatra
Aliran ini disebut dengan Tantrayana karena mendasarkan diri pada kitab-kitab Tatra. Sakte Tatra merupakan perpaduan yang sinkretistik dari berbagai macam kepercayaan, termasuk kepercayaan primitive di India aliran ini juga terdapat dalam agama Buddha. Sementara dalam agama Hindu terdapat dalam kalangan para pemuja siwa.

E.     Sejarah Perkembangan Agama Hindu
Di india Agama Hindu sering disebut dengan nama Sanatana Dharma, berarti agama yang kekal, atau Waidika Dharma, yang berarti agama yang berdasarkan kitab suci weda. Menerut para sarjana, agama tersebut membentuk dari campuran antara agama India asli dengan agama atau kepercayaaan angsa Arya.
      Secara garis besar perkembangan agama Hindu dapat di bedakan menjadi tiga tahap, pertama: sering disebut dengan zaman Weda, yang dimulai dengan masuknya bangsa Arya di Punjab hingga munculnya agama Buddha. Kedua: tahapan atau Zaman agama Buddha yang mempunyai corak yang sangt lain dari agama Weda. Ketiga: dikenal sebagai zman agama Hindu. Agama Hindu tidak hanya terdapat di India, tetapi juga telah masuk ke Indonesia. Bahkan sangat kuat pengaruhnya terutama di jawa. Ada beberapa bukti pengaruh agama Hindu dan kebudayaan India terhadap Indonesia dalam bidang sastra dan Agama, seni bangunan dan adat kebiasaan yang ada di sekitar kraton.
      Aliran agama Hindu yang paling besar pengaruhnya adalah Siwa dan Tatra ( abad ke 6 ). Di Indonesia aliran Tatra dan agama Buddha ( yang sempat mendesak Tatra keluar dari India ) justru menyatu dengan sebutan agama Siwa-Buddha. Percampuran antara keduanya terlihat jela pada zaman kerajaan Singasari ( 1222-1292 ).
 
DAFTAR PUSTAKA
Romdhon,Basuki A. Singgih, Aleftheria wasim, Abdurrahman dkk Agama- Agama Dunia, Yogyakarta, September 1988

Unaimah Sanaya

 
 









Tidak ada komentar:

Posting Komentar